Jasmine Resort Hotel

5/18/2014
Perjalanan ke Thailand yang pertama aku menginap di salah satu
Lokasinya cukup strategis karena berada pas di depan stasiun BTS, sehingga ke manapun terasa mudah. Hotel yang mengusung konsep resort yang memberikan kenyamanan dan kepraktisan, walaupun penampilan luar dan bagian dalamnya hampir sama dengan hotel pada umumnya.




Ada dua hotel yang memiliki nama yang sama, hotel yang aku tempati adalah Jasmine Resort Hotel.


Lobby
Lobbynya tidak terlalu besar namun cukup cozy dan nyaman. Sepertinya hotel ini lebih banyak dihuni oleh orang Jepang sehingga salah satu resepsionisnya sangat fasih berbahasa jepang. Tidak perlu waktu lama untuk check in dan kami langsung menuju kamar. Seperti beberapa hotel, kita harus menempelkan kartu hotel untuk bisa naik ke lantai yang kita inginkan.



Deluxe Room (2.600Baht) sudah termasuk internet, breakfast dan Laundry 3 pieces.
Kamarnya cukup lega dengan interior warna kayu yang dipadukan warna biru. Kasurnya tidak seempuk di jakarta tapi cukup nyaman dan masih bisa tidur nyenyak.


Area Pantry
Area pantry yang berada di bagian depan, memiliki perlengkapan yang cukup lengkap seperti Kulkas ukuran besar, microwave, kompor beserta panci dan mesin cuci. Di dalam laci juga terdapat perlengkapan makan dan masak yang cukup lengkap.


Teko listrik yang kapasitasnya hampir 2 liter. Tidak seperti hotel biasanya yang kapasitasnya hanya untuk dua cangkir saja


Untuk mencuci tidak disediakan detergen atau pelembut


Area Kamar Mandi
Area kamar mandi dibagi menjadi tiga bagian, area westafel, toilet dan kamar mandi.



Pada area kamar mandi terdapat 3 tipe shower yang bisa dipilih, yang berada di bathtub dan 2 sisanya di luar bathub. Kamar mandinya cukup minimalis dan nyaman, namun mungkin akan sedikit berbahaya karena semua lantai menggunakan keramik dan kemungkinan untuk terpeleset cukup besar. Walaupun ruangan ini terlihat seperti kurang ventilasi, tapi perputaran udara yang ada di sini cukup cepat untuk mengeringkan lantai sehabis mandi


Baru kali ini aku menemukan hotel yang ada semprotannya hehhee. 


Hanya disediakan cotton bud tanpa kapas, shower cap, sikat gigi, sabun, shampo dan body lotion


Pemandangan dari lantai 9


Restoran untuk breakfast berada di lantai bawah bersebelahan dengan pintu masuk. Sudah mulai dibuka sekitar jam 6 sampai 10.


Menu makanan yang disediakan tidak terlalu banyak tapi merupakan salah kumpulan menu favorit untuk sarapan seperti nasi goreng, pancake, dimsum, bubur, roti dan lainya. Karena pelanggan di sini mayoritas orang Jepang, mereka juga menyediakan miso soup.

Jasmine Resort Hotel
1511 Sukhumvit Rd, (Beetween soi 67-69) 
Pharakhanong-Nua, Wattana
Bangkok 10110 Thailand
Telp: +66 2335-5000 
Fax: +66 2335 5050
Email: sales@jasminecity.com

Maidreamin @Gateaway Ekamai, Bangkok

4/12/2014
Bagi pengemar Jepang atau Anime, pasti tidak asing dengan Maid Cafe.
Cafe yang ditata sedemikian rupa, penuh dengan warna pink, boneka dan tidak lupa, pelayan yang menggunakan baju maid dan bersikap manis dan cute.



Bila ingin mencoba Maid Cafe, tidak perlu terlalu jauh sampai ke Jepang. Karena ketilka aku berjalan-jalan di Gateaway Ekamai, Thailand secara tidak sengaja aku menemukan Maid cafe di lantai 2 dekat dengan pintu parkir.



Ada 3 maid yang siap melayani kita, mereka bisa berbahasa Inggris dan Jepang. Begitu duduk, kita akan disodori semacam Passport Card yang ditulis dengan nama kita.


Beberapa pilihan set menu yang bisa dipilih


Tempatnya cukup kecil dan hanya ada beberapa tempat duduk saja. Di sekitar jendela ada banyak boneka-boneka kecil dan di bangku juga terdapat beberapa boneka besar. Boneka ini dijual dan dapat dibawa pulang dengan harga adopsi 200 baht



Aku memesan paket debut A yang sudah termasuk Kare rice (Hayashi), Orange Juice dan foto bersama maid. Kita dapat memfoto semua interior atau makanan yang ada di sini, tapi untuk foto bersama maid, kita tidak gratis.
Tidak perlu waktu lama, makananku sampai. Ketika sampai, di atas omeletku belum ada gambarna. Maid akan menggambar bentuk binatang yang kita suka. Laluuuuu sebelum makan akan ada nyanyian yang harus diikuti
Oishikunare Oishikunare Nya nya (tentunya dengan gaya-gaya cute ala maid)


Bagaimana rasanyaaa? Rasanya biasa, tidak terlalu istimewa. Malah agak kering dan kurang terasa bumbunya. Mungkin aku salah memilih menu, karena hanya iseng saja ingin mencoba :p. Mumpung sedang lewat dan ada waktu juga.
Harganya? 470 Baht sudah termasuk Tax sebesar 30 baht
Jadi, ada yang mau coba? ^0^. Tempat ini bisa menjadi salah satu tambahan baru untuk pergi ke Thailand. 

Bila ingin mengunjugi Gateaway Mall ini sangat mudah, kita bisa menggunakan BTS (Kereta) menuju stasiun Ekamai. Stasiunnya langsung connect dengan Mall.



Fly with Thai Airlines

4/09/2014
 Dari Jakarta menuju bangkok memakan waktu sekitar 3 jam. Untuk keberangkatan aku menggunakan TG 434 yang berangkat jam 13.30. Selama beberapa kali naik TG tidak ada delay dan pesawat sudah siap sedia sebelum waktu boarding.

Waktu take off sedikit ada guncangan tapi ketika pulang ke Jakarta, take offnya terasa lembut sama sekali tidak ada guncangan.Selesai take off, kita langsung disajikan cemilan dan minuman plus tissue panas. Cemilan ini hanya diberikan untuk perjalanan dari Jakarta menuju Thailand, ketika pulang hanya diberi minuman dan tissue panas saja.




Ada sedikit perbedaan pesawat ketika aku kembali ke Jakarta, pesawatnya terlihat lebih bagus dan lebih modern. Pilihan filmnya juga berbeda.



Untuk minuman tidak hanya terbatas minuman non alcohol. TG juga menyediakan beberapa merk beer dan minuman keras lainnya seperti whisky, gin tonic dkk.
Untuk perjalanan dari Jakarta menuju Thailand ada 2 pilihan makanan, chicken rice dan fish with mashed potato.


Dua potong ikan dori goreng yang diberi saus lemon, potongan manis paprika dan mash potato yang sedikit kurang asin untukku, setelah diberi taburan garam, rasanya jadi lebih enak ^^. Semangkuk salad kentang dengan potongan ham ayam dan tomat plus pudding dan jeruk.



Sedangkan untuk perjalanan pulang (pagi) ada 2 macam menu yaitu omelet dan fried noodle.

Untuk perjalanan pertama aku memilih omelet. Isiannya terdapat sosis, omelete dengan isian jamur dan keju, kentang rebus.



Untuk perjalanan kedua aku memilih fried noodle. Potongan udang tersusun rapi di atas mie dengan beberapa tambahan sayuran. Kematangan udangnya cukup bervariasi ada yang pas dan lembek. Mienya agak sedikit kurang asin dan agak manis


Ketika sampai di Thailand, setiap penumpang wanita akan mendapat buket kecil anggrek segar dari pramugari, sebagai tanda selamat datang di Thailand.


Makan Apa di Hongkong?

2/08/2014
Karena banyak acara makan yang ditanggung oleh Tour, kita jadi mau tidak mau menanggung sendiri makan malam dan makan siang.
Sayangnya, kami tidak banyak mencoba makanan asli Hongkong karena 2x mencoba makan ala nasi campur tidak ada yang cocok dengan lidah jadi kami malah wisata kuliner makanan Jepang di Hongkong :p

OOTOYA
Shop 118, 1/F, Citywalk, 1 Yeung Uk Road, Tsuen Wan 


Pasti kalian sudah tidak asing dengan namanya ^^ karena OOTOYA juga ada di Jakarta. Letak OOTOYA ini berada di Citiwalk 1 Hongkong, dekat dengan UNIQLO. Tempatnya tidak terlalu besar dan berada agak di pojok. Karena sedang penuh, kami menunggu kurang lebih 15 menit dan diberikan secarik kertas untuk  nomor urutan.

Makanan di sini tidak terlalu berbeda dengan yang di Jakarta, yang membedakan adalah lebih banyak varian dengan menggunakan daging babi.


Aku memesan mackarel panggang ^^ (harganya sekitar 70 dollar hongkong). Ikannya hanya dipanggang dengan menggunakan shoyu dan kulitnya terasa garing, sayang banyak tulangnya dan sedikit agak amis.


Prince Ramen
G/F, 12 Hart Ave, Tsim Sha Tsui

Kami sempat pergi ke ladies market dan menemukan kedai ini sedikit menyempil. Karena ingin yang hangat-hangat, jadi kami mencoba makan di sini

]
Tampak Depan


Bagian Dalam 

Ruangannya kecil dan agak mepet, untuk memesan tinggal tunjuk gambar saja (karena keterbatasan bahasa). Begitu duduk langsung diberi air putih dan entah kenapa, air putihnya nikmat dan ringan, tidak bau kaporit sama sekali. Kalau pelayannya lihat gelas kita kosong, dia langsung inisiatif isiin lagi ^^


Aku memesan Ramen with pork bone soup (harga sekitar 75 dollar hongkong)
Rasa kaldunya tidak sekental yang jakarta, tapi justru lebih terasa ringan dan tidak eneg. Mienya entah kenapa agak mirip dengan mi instan. Potongan cashunya cukup royal dan empuk ^^


Pesanan adeku, Cold ramen
Mienya hampir sama dengan yang ramen, hanya bedanya disajikan dingin tanpa kuah dan menggunakan bumbu kari. Karena habis berpanas-panas ria, makan mie ini langsung terasa segar ^^

Sari Kiya Japanese 
Shop 118, 1/F, Nina Tower, 8 Yeung Uk Road, Tsuen Wan

Wisata makanan Jepang terakhir sebelum meninggalkan hongkong menuju Shenzen. Karena waktunya mepet (soalnya jalan-jalan ke pasar di belakang hotel :p) jadi kita cari makanan di dekat hotel, di Nina Tower
Cukup naik escalator yang ada di sebelah kiri lobby lalu belok kanan ^^
Kebetulan kami datang ketika jam makan siang, agak sedikit ramai dan berantakan karena beberapa meja yang kosong ada yang belum dibersihkan.


Pilihan menunya cukup banyak terutana yang paket dan seperti makanan di Hongkong, rata-rata menggunakan daging babi, malah harganya lebih murah dibandingkan daging sapi.



Grilled Pork Set (Sekitar 70 Dollar hongkong)
Aku tidak menyangka kalau paketnya sebanyak ini. Sepaket berisi potongan daging, Salad dengan tobiko, Salmon Sashimi, nasi, miso shiru dan jelly. Porsinya cukup besar dan potongan dagingnya cukup banyak namun sayang agak sedikit alot. 


Milk Tea


Sebelum naik pesawat, karena masih ada waktu jadi kembali makan malam dengan Mcd. Beberapa menu memang sama dengan yang di Indonesia, tapi aku mencoba menu yang tidak ada di Indonesia. Aku lupa namanya tapi isiannya adalah beef patty yang diberi saus teriyaki, broccoli dan nasi yang diberi sedikit jagung.

Sekian perjalanan makan-makan di Hongkong ^^. Agak telat sih tapi ga ada salahnya dishare ^^

Diberdayakan oleh Blogger.