Liburan sehari di Intercontinental, Jakarta

7/27/2015
Yeah, liburan sudah tiba (faktanya sebenarnya uda masuk hari ini >o<). Seperti biasa, kalau lebaran tidak ke mana-mana kami sekeluarga akan menginap di hotel pada malam takbir. Kenapa? Karena rumahku diapit oleh 2 masjid dan dekat jalan raya, jadi agak susah tidur kalau malam takbir.

Biasanya kami menginap di Novotel Bogor (Part 1, Part 2). Cuma sudah sekitar 2x menginap di sana, jadi sudah agak bosan. Kali ini kami mencari hotel di tengah kota saja, biar bisa ke mall terdekat.

Kandidatnya waktu itu cukup banyak dan akhirnya mengerucut menjadi Intercontinental. Kebetulan sedang ada promo lebaran semalam Rp. 1.300.000 Net. Malah sebenarnya ada promo booking 2 malam dapat gratis 1 malam.

Awal pemesanan cukup sulit, beberapa kali bagian reservasinya penuh dan kami harus menelepon pada hari berikutnya, sampai akhirnya bisa juga pesan ^^

16 July 2015

Check ini mulai jam 2 dari rumah kami berangkat sekitar jam 1an. Kami dapat upgrade ke premier room tanpa internet (Charge internet $18++) dengan connecting door.


Begitu masuk kamar, aroma harum langsung tercium.Biasanya baru masuk, ruangan hotel pasti gelap, tapi kamar sudah disiapkan dengan kartu yang sudah terpasang di tempatnya.





Untuk dock mp3 player sepertinya berbeda untuk tiap kamar. Kamarku mendapat JBL dan kamar satunya lagi mendapat merk phillips


Pilihan aneka bantal ^^




Aneka Cemilan. Untuk tehnya terdiri dari beberapa macam (Ginger Tea, Lemon Tea, Black Tea dan Green Tea)


Mini bar



Pemandangan dari kamar (Karena ada proses pengecatan jadi setiap jendela pasti terlihat tali gondola)







Aku suka dengan suasana kamar mandi seperti ini. Luas dan terang, Perlengkapan mandinya juga tidak mengecewakan. Semua sabun dan shampo harum aroma lemon.

Oia, sambil berendam kita bisa sambil mendengarkan suara TV lho ^^.


Ada setrikaan lengkap dengan mejanya heheh ^^

Setelah menikmati hotel sebentar, kami sekeluarga langsung menuju Citiwalk yang letaknya hampir berdempetan dengan hotel. Di sini kebanyakan isinya restoran, tapi ada papaya dan daiso kalau ingin cuci mata atau belanja cemilan.

Perut sudah lapar, tadinya kita mau makan di salah satu restoran Jepang, tapi mereka tutup jam 3, sedangkan pas mau masuk sudah kurang 10 menit lagi. Akhirnya melipir ke tetangga sebelah,Takigawa.

Restorannya lebih mirip kafe dibanding restoran Jepang. Suasananya temaram dan sepi, yang makan waktu itu cuma kami sekeluarga saja


Bento 3 (Sekitar Rp. 125.000)
Isiannya banyaaaak. Punyaku terdiri dari tempura, sushi, wakame salad, Beef teriyaki dan udon plus minuman. Untuk rasanya masih Oke walaupun untuk udonnya menurutku sausnya agak sedikit kurang terasa dashinya.

Selesai dari Ciwalk kami langsung kembali ke hotel.


Sayangnya JimBARan nya malah tutup pas lebaran >0<




Di lantai dua ada kolam renang, Gym, Spa dan Rasa restaurant (Restoran untuk sarapan). Aku sempat mencoba gymnya. Beberapa alat terdapat TV dan sudah tersedia air minum dan handuk juga. ^^

17 Juli 2015

Tempat Sarapan Pagi

Sarapan dibuka dari jam 5.30 sampai 10.30. Karena sedang musim liburan, jadi rata-rata yang menginap adalah keluarga. Plus banyak abak kecil berseliweran pas makan pagi

Untuk pilihan makanannya lebih ke western, Japanese dan Chinese food. Paling menggoda adalah bagian dessert, ada blueberry. Katanya paling special blueberry smoothiesnya, tapi sayang aku tidak mencobanya karena baru tahu setelah dikasih tahu temanku >0<.


Menu pertama ^^


Menu kedua ^^ Sayangnya untuk nasinya agak lembek dan sedikit terlalu asam untukku.

Selesai makan waktunya berberes untuk pulang ^^. Selesai sudah liburan singkatnya hehhe ^^

Intercontinental Jakarta MidPlaza
Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10220
Telp: +62 21 2510888


(JAPAN) Day 2 : Asakusa - Gindako Takoyaki

7/15/2015
Takoyaki favorit temanku. Ternyata Gindaco selain banyak di Jepang, mereka juga membuka cabang di China, Thailand, Korea, Taiwan dan Singapore. Tempatnya cukup kecil, hanya tersedia meja yang memuat mungkin sekitar 5 orang saja dan tanpa tempat duduk





Varian yang diberikan cukup variatif dan kami memilih keju sebagai pilihannya. Menunya juga terdiri dari isi 6 dan 8. Sebenarnya semua isiannya sama hanya  toppingnya saja yang berbeda.


Cheese Mentaiko
Perpaduan kulit takoyaki yang renyah dipadukan dengan isian yang lembut memang menggugah selera. Topping lelehan keju dan mayones yang dicampur mentaiko menambah rasa gurih di dalam mulut. Potongan jahe merah di dalam adonan membuat semua rasa menjadi seimbang,Dalam waktu sekejab 6 potongan takoyaki ludes.


Selain takoyaki, mereka juga menyediakan bir untuk menemani takoyaki. Setelah selesai makan, jangan lupa membuang sampah dan mengembalikan tray pada tempat yang sudah disediakan.

JAPAN) Day 2 : Asakusa - Snack time ^^

6/30/2015
Setelah puas menyusuri Sensoji, ternyata ada festival makanan seperti di Ueno walaupun tidak seramai di Ueno.





Pilihan makanan hampir mirip tapi ada satu yang menarik perhatian kami, Amasake. Sake manis tanpa alkohol yang disajikan hangat.


Amasake 200 Yen
Sake manis yang terbuat dari beras, kalau kata bosku di kantor, Amasake ini diambil ketika fermentasi sake yang diambil sebelum dia mengeluarkan alkohol (aku belum cek di google). Rasanya ringan manis dan ada butiran beras lembut di dalamnya. Cocok dengan udara musim semi yang sejuk  dan berangin ^^




Berjalan sampai ujung festival kami menemukan tempat ini. Kalau dibaca atasnya tertulis Nishi Sandou (西参道)Di dalam sini juga ada beberapa toko, tapi tidak terlalu ramai. Kalian bisa cek ke web ini untuk lihat toko yang ada di dalam sana.


Tidak perlu lama berjalan, kami menemukan kedai kecil dengan bangku panjang di bagian depan. Walaupun cuaca sedikit dingin tapi es krim tetap menggoda :p


Monaka Ice cream yang terdiri dari 5 rasa (Vanilla, Cokelat, Strawberry, matcha dan Ogura) .Selain itu mereka juga menyajikan Amasake dan Teh




Display yang mirip dengan asli.


Monaka Ice cream (Green Tea) 
250Yen
Rasa matchanya tidak terlalu menonjol,sedikit pahit, terasa creamy dan enak. Rasanya pas dan tidak berlebihan. Aku suka dengan Kerenyahan monaka garing dengan lembut creamy es krimnya . ^^





Sakura Taiyaki

Kami sedang dalam perjalanan ingin mencoba Gindaco tapi malah tertarik dengan taiyaki ^^ (Laper Mata) kami memilih Sakura mochi. Musim ini akan ada banyak makanan yang terbuat dari sakura, biasanya rasa makanan yang menggunakan bahan yang sedang musim akan terasa lebih enak dan istimewa ^^.
Aroma harum langsung menyebar di dalam mulut, Isiannya sedikit kenyal dan manis dengan sedikit tekstur anko didalam mocinya.

Selesai mochi, waktunya mencoba Gindaco ^^ (Sampai jumpa di next post ^^)

Bandung food tour ^^

6/08/2015
Hello Bandung ^^

29 May 2015
V HOTEL

Beberapa hari lalu, aku dan beberapa teman kantorku pergi ke Bandung untuk menghadiri pesta pernikahan teman kantorku. Sebenarnya acaranya hari Sabtu tapi kami extend sampai hari minggu, mumpung ada di Bandung.


Perjalanan dimulai hari jumat malam, demi menghindari macet kami pergi mulai jam 10 malam dari Sunter, ternyata jalanan cukup padat dan macet. Kami sampai di hotel sekitar jam 2.30 pagi >0<


Kami menginap di V hotel yang terletak di daerah Sukajadi. Dari luar bangunannya terlihat baru dan bersih. Kamarnya sedikit kecil tapi masih cukup untuk menaruh koper

30 May 2015
TWO HANDS FULL

Sarapan pagi hari ini dimulai dari tempat yang cukup hits di Bandung, Two Hands Full. Ternyata letaknya tidak terlalu jauh dari hotel. Restoran ini dibuka dari jam 8 pagi, sekitar jam 9 ke sana, parkirannya sudah cukup penuh.

Pilihan makanannya tidak terlalu banyak, sebagian besar menggunakan bahan yang hampir mirip, jadi aku agak kesulitan menentukan pilihan


B.R.E.T (Bacon, Rocket, Egg, Tomato)
Rp. 50.000
Dari namanya saja sudah ketahuan kan isiannya apa. Walaupun terlihat sedikit ternyata aku sendiri tidak habis >0<


Omega Lover
Pesanan temanku. Sarapan penuh kandungan omega dari poached egg, salmon asap yang disajikan bersama sayuran dan roti. 

Semakin siang, orang-orang yang datang semakin banyak. Kami tidak bisa bersantai lama-lama karena harus bersiap-siap ke tempat berikutnya ^^

Two Hands Full
Sukajadi 206, Bandung
Opening Hours: 08.00-21.00

WALE (Warung Lela)

Setelah pulang dari acara nikahan, aku dan teman-temanku melanjutkan perjalanan menuju WaLe (Warung Lela). Tempat ini sudah menjadi langganan teman-temanku selama di Bandung. Perjalanan menuju ke sini agak sedikit menanjak dan jalanannya cukup kecil. Apalagi ketika semakin mendekati WaLe, jalananannya hanya bisa dilalui satu mobil saja.


Tempatnya enak untuk nongkrong, selain itu mata juga jadi lebih segar karena kita dikelilingi aneka pohon. Menu khas di sini adalah mie yamin. Terdiri dari 2 jenis, asin dan manis.


Mie Yamin Asin Special 
Rp. 24.000
Mie yamin tanpa kecap dengan taburan ayam cincang, daun bawang. Isian kuahnya terdiri dari bakso dan siomay. Tingkat kematangan mienya cukup pas, tidak terlalu lembek atau keras sehingga mienya tidak menggumpal. Rasa asin gurihnya tercampur merata, porsinya juga pas untuk mengganjal perut ^^

Perut kenyang tapi perjalanan belum berakhir ^^. Lanjut

Warung Lela (WaLe)
Jl. Kupa No. 6, Jawa Barat 40135, Indonesia

SELASAR SUNARYO

Tempat berikutnya tidak terlalu jauh dari Wale, hanya sekitar 10-15 menit perjalanan kita sudah sampai di Kopi Selasar. Tempat minum kopi sekaligus art galery. 



Sweet Sour juice 
Rp. 27.000
Campuran beberapa jenis buah-buahan sehingga menimbulkan rasa asam dan manis, kalau tidak salah mereka juga menggunakan jus jambu sebagai salah satu bahannya. Rasanya cukup menyegarkan dan enak dinikmati sambil menikmati sunset.




Di sini kami hanya minum dan mengobrol saja, tapi tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Perut sudah mulai kosong nih ^^. Ke mana lagi ya abis ini

Selasar Sunaryo
Bukit Pakar Timur No 100
Bandung

Warung Sate Sidareja Pak Gino 

Sepertinya kulineran di Bandung tidak akan habis dalam sehari. Untuk makan malam kami pergi ke Warung Sate Sidareja Pak Gino. Tempatnya berada di Jalan Sunda persis di samping rel kereta api.

Tempatnya cukup besar dengan jarak antar meja cukup sempit. Peminatnya cukup banyak karena meja selalu penuh. Katanya tongsengnya di sini juara, tidak berbau kambing.


Tongseng Sapi 
Rp. 38.000
Kekentalan kuah tongsengnya pas, tidak terlalu kental atau encer. Selain itu perpaduan rasa manis dan gurihnya pas. Aku memesan daging sapi tapi entah kenapa semilir tercium aroma kambing. Sayangnya dagingnya agak terlalu keras untukku.

Kalau ke sini jangan lupa juga memesan tempe mendoannya. Rasanya pas apalagi kalau diberi cocolan kecap manis plus cabe rawit. Mantap

Warung Sate Sidareja Pak Gino
Jl Sunda No. 76 Bandung, Telp. 4222532

Jalanan di Bandung memang tidak selebar di Jakarta, terkadang kita akan menemui jalanan yang hanya bisa muat satu mobil saja. Kurasa aku tahu paling enak naik apa kalau jalan-jalan ke sana yaitu Toyota Agya. Selain tampilann dalam dan luarnya keren, Toyota Agya juga hemat bahan bakar jadi tidak perlu sering bolak-balik pom bensin ^^. Yang penting bagasinya cukup luas untuk menampung oleh-oleh dari Bandung. untuk lengkapnya kalian bisa cek flyernya di sini



Perjalanan kami masih belum selesai ^^. Akan kusambung di next post ya ^^
Diberdayakan oleh Blogger.