Makan Apa di Gading Part 2

11/04/2013
Setelah bulan lalu menulis Makan apa di gading, kali ini aku jadi ingin membuat part 2 karena ada banyak stock foto makanan yang sayang kalau tidak dishare di Blog. Mari kita mulai

Bakmi Kofei

Setiap ke kantor aku sering lewatin daerah ini tapi baru minggu lalu bisa mampir di sana. Makanan yang disediakan ternyata tidak hanya bakmi saja. Ada bihun bebek, nasi goreng, nasi tim dsb. Tempatnya menurutku cukup kecil walaupun ada 1 lantai lagi di atas.


Paket Super Hemat (Rp. 14.000) 
Paket sudah termasuk 1/2 porsi Bakmie/Bihun/Kwetiau jamur, Pangsit rebus/goreng (babi) dan teh hangat/dingin. Rasanya menurutku tidak terlalu istimewa. Mi keriting yang tidak terlalu besar cukup membuat bumbunya bisa tercampur rata dengan mi. Kulit pangsitnya menurutku agak terlalu tebal dan keras.

Bakmi Asiong
Hari itu muter-muter di eat and eat dan mulai bosan dengan makanan sekitar. Pas aku sedang isi kartu, entah kenapa nama bakmi asiong menarik perhatianku. Tempatnya berada agak pojok dan agak sepi menurutku :p
Pilihan menu makanannya terdiri dari Bakmi campur, bakmi daging merah dan ada juga nasi campur.


Bakmi campur (Rp 23.000)
Terdiri dari babi cincang, ayam, jamur dan selada. Satu porsi disajikan dengan kuah dan acar timun. Porsinya lumayan besar tapi pas di perut(ku) ^^ 
Mienya tidak terlalu keriting dan keempukannya pas, tapi agak menggumpal, jadi agak susah dimakan dengan sumpit. Asin bumbunya pas dan aroma minyak wijen sangat terasa dibabi cincangnya. Setiap porsi disajikan bersama dengan acar timun yang kulitnya sudah dikupas, biarpun penampilan acarnya agak terlihat tidak segar, tapi kerenyahan dan asamnya yang pas membuatku tak berhenti memakannya ^^

Setelah makan mie, aku kembali tergoda untuk mencoba dessert, awalnya ingin mencoba es shanghai tapi tidak ada nangkanya, jadi putar-puter ketemu sekoteng jakarta.



Sekoteng Jakarta ( Rp. 13.000)
Isiannya terdiri dari roti, kembang duren, merah delima, 2 onde isi kacang, kacang tanah, jali-jali, kacang hijau dan gula batu. Kuahnya bisa dipilih mau yang gula merah atau gula putih. Rasa manis dan hangat jahe berpadu dengan rasa chewy dari mochi dan roti, kres-kres dari bunga durian dan gurih kacang benar-benar menjadi minuman penutup yang pas sebelum tidur :p. 

Kacamata
Restoran yang memiliki menu khas nasi campur dan chasio madu ini buka 24 jam dan berada di dekat Gading Sport club. Tempatnya tidak terlalu besar dan paling hanya bisa menampung kurang lebih 20 orang saja.


Nasi campur biasa (Rp. 35.000)
Terdiri dari Nasi hainam, Samchan, Chasio madu, ayam panggang dan telur. Rasa samcannya enak dan tidak terlalu berminyak, kulitnya gading tapi tidak keras, rasa manis chasionya pas dan lembut. Selain paket biasa ada juga paket spesial dengan porsi daging yang lebih besar dan ada tambahan potongan bebek

Naughthy Nuri's 

Restoran yang terkenal dengan iga babi di Bali sudah membuka cabang di daerah gading. Dulu aku pernah mencoba di Bali. Kali ini aku tergelitik untuk mencoba di gading. Tempatnya tidak segelap di bali dan lebih kecil. 

Baby Back Ribs (Rp. 100.000)
Potongan iga babi yang diberi bumbu BBQ terasa sangat lembut dan begitu mudah lepas dari tulangnya. Rasa bumbu meresap sampai ke dalam dan kebetulan aku tidak mendapat banyak lemak. Belum termasuk kentang/nasi.

Bubur BCA 

Nah kalau ini tidak perlu diragukan lagi. Setiap hari selalu penuh pengunjung yang menganti untuk membelinya, apalagi kalau sudah selesai jam kantor, dijamin rame. Kalau sedang apes, buburnya habis dan harus menunggu sampai bubur yang baru datang
Berada tepat di seberang sekolah Al-Azar dan di samping Indomaret. Mulai buka sekitar jam 4an


Bubur BCA/ Manyong Rp. 10.000
Sekitar bulan mei masih 9.000 tapi sekarang sudah naik jadi 10.000. Isiannya yang menggunung dibanding buburnya, bumbu kari yang cukup kental dan perpaduan rasa gurih dari kerupuk dan sedikit pahit dari emping membuatku ketagihan ^^. Yang paling penting, harganya murah :p

Jadi ada rencana mau coba di mana? ^^


Starbucks Autumn Gathering ^^

10/20/2013
Memasuki musim gugur, Starbucks kembali mengeluarkan varian makanan dan minuman terbaru mereka. Kali ini gathering diadakan di World Trade Centre II , Sudirman.


Autumn Gathering


Acara kali ini dimulai dengan munculnya kembali salah satu minuman musiman Starbucks yang memiliki banyak penggemar, Salted Caramel Mocca dan juga memperkenalkan minuman terbaru mereka, Ristretto Bianco 


Ristretto Bianco
Minuman ini dibuat dengan menggunakan sedikit air dibandingkan espresso biasanya dan menghasilkan rasa kopi yang kental. Kemudian diberikan steamed milk yang menghasilkan warna putih di bagian atas. 
Rasa kopinya memang terasa lebih strong dan pahit, bagi pecinta kopi, minuman wajib untuk dicoba.


Salted Caramel Mocha
Minuman ini bisa disajikan dalam 3 versi, Hangat, iced dan frappuccino. Aku lebih suka disajikan dengan iced ^^. Rasanya tidak terlalu kopi banget dan terkadang ada sedikit rasa asin, Sayang rasanya terlalu manis untukku ^^


Selain itu juga terdapat kopi terbaru, Autumn Blend 

Selain kedua minuman di atas, ada 4 makanan yang pasti pas menjadi pendamping minuman di atas


Hazelnut Bar
Terinspirasi dari Ristretto Bianco, dibuat dengan cream cheese sponge cake yang dicampur dengan Starbucks sumatra Coffee dan topping roasted hazelnut.
Begitu mendengar hazelnut bar, terbayang rasa hazelnut yang creamy dan manis, tapi rasa sponge cakenya lebih mendominasi.



Ugly Chicken Black Pepper Puff
Puff pastry yang diberi isian blackpepper chicken dan kentang dengan topping breadcrumbs. Mengapa disebut ugly karena ketika memakannya akan sedikit berantakan. Rasa black pepper tidak terlalu terasa dan lebih dominan tekstur lembut dari kentang.


Smoked Chicken Croissant Sandwich
Croissant dengan isian cheddar cheese, tomat, lettuce, smoked chicken dan olesan tipis mayonnaise. Rasanya cukup menyegarkan dibanding kedua makanan di atas dan pas untuk dimakasn bersama salted Caramel Mocha ^^

Jadi mana favorit kalian ^^

L'Hotel Nina @Hongkong

10/20/2013
Selama di Hongkong kami akan menginap selama 2 hari di hotel ini. Katanya hotel ini merupakan hotel dengan kamar terbanyak dan tertinggi.
Hotel ini berada cukup strategis karena dekat dengan mall, pasar, taman dan MTR.

Kamarnya lumayan besar dibanding yang di Macau dan pemandangannya bagus, apalagi pas malam-malam. Aku mendapat kamar yang mengarah ke daerah pemukiman dan pasar.


Kamarnya lumayan besar dibanding yang di Macau dan pemandangannya bagus, apalagi pas malam-malam. Aku mendapat kamar yang mengarah ke daerah pemukiman dan pasar. Kasurnya lebih empuk dan nyaman dibanding yang lain


Tapi untuk kamar mandinya ada kaca tembus pandang menuju kamar tidur (bisa diakali dengan menggunakan tirai kamar mandi)



Tidak ada Wifi di dalam kamar dan hanya ada di Lobby saja. 
Untuk sarapan ada di tower yang bisa diakses melalui lift yang ada di sebelah kiri resepsionis.


Makanan yang disajikan lebih banyak western food dan sedikit chinese food seperti bakpao atau siomay saja. 


Kalau masih merasa lapar dan ingin mencoba makanan asli Hongkong, mampir saja ke pasar yang berasa di seberang hotel. Ada pasar Ikan, daging, buah, makanan siap saji seperti nasi campur bahkan ada toko yang menjual bahan makanan indonesia seperti Indomie, kecap dan sambal. 
Kebetulan aku ke sana saat musim buah cherry,  jadi hampir semua toko buah menjual cherry dan harganya jauh lebih murah dibanding di Jakarta. Hitungan timbangan di sini bukan menggunakan perkg tapi perpound.  

Bonus ^^ 


Mall yang ada di dekat hotel. Cukup berjalan sekitar 5 menit sudah sampai :p. Ada jembatan penghubung langsung dari hotel menuju mall. Baik citywalk 1 dan 2


Jalanan di sekitar hotel dekat dengan pasar


Buat yang bosan dan ingin jalan-jalan. Masih banyak toko yang buka sampai tengah malam


Pemandangan dari kamarku



L'Hotel Nina
8, Yeung Uk Road
Tsuen Wan, Hongkong
Tel: (852) 2280 2898
Fax: (852) 2280 2822
Email: info@lhotelhk.com

Macau City Tour

9/24/2013
Di Macau kami tidak keliling banyak tempat, hanya ke Ruins of St Paul, The Venetian dan City of dream plus makan siang dan belanja sedikit.

Jadwal pertama dimulai setelah kami sarapan dan check out dari hotel. Pemberhentian pertama ke Ruins of St Paul. Sepanjang jalan menuju ke sana kita akan melihat banyak bangunan peninggalan Portugis yang didominasi warna merah muda.

Kalau kita perhatikan juga, jalanannya berbatu-batu dan ada cerita di balik itu. Pada zaman dahulu, Portugis yang menyukai barang-barang dari China selalu mengisi kapal mereka dengan barang-barang dari China. Tapi warga macau tidak pernah meminta barang dari Portugis.

Karena takut kapal mereka karam bila tidak membawa apa-apa, Portugis akhirnya mengisi kapal mereka dengan batu. Batu yang semakin menumpuk itu akhirnya dijadikan jalan.

Ternyata St Paul sudah terbakar sebanyak 3x dan yang terakhir menyebabkan semua orang yang di dalam gereja meninggal dunia. Ada mitos yang mengatakan bahwa berapa kalipun gereja itu dibangun, akan selalu terbakar karena di dekat sana ada kuil dewa nacha (dewa api)



Tempat ini cukup populer di kalangan turis, kalau belum ke sini berarti belum ke Macau. Karena waktu yang diberikan sangat sedikit, alias hanya sekedar untuk foto, aku tidak sempat melihat toko-toko yang ada di sana.


Selesai foto-foto diajak belanja dulu di dekat situ. Ada beberapa pegawai toko di sana bisa bahasa indonesia juga ^^

Seharusnya menurut jadwal, kami pergi ke A Ma temple tapi karena hampir semua ingin ke The Venetian jadi diganti dhe :p. Sebelum ke sana, kita mampir ke toko oleh-oleh yang katanya menjual kue suami istri dan dendeng yang enak ^^


Apa itu kue suami dan istri. Bentuknya seperti bakpia dengan isian rasa manis (Kue istri) dan asin (Kue Suami) plus isian kelapa. Konon katanya bila suami memakan kue istri dan sebaliknya, hubungan mereka akan abadi.


Dendeng di sini ada 2 macam, Babi dan Sapi rasanya juga ada yang pedas dan manis. Rasa dendengnya cukup manis tapi tidak semanis dan sekeras dendeng biasanya dan tebal ^^. Minimal pembelian 2 lembar sekitar 110 gram  (+- 110 Dollar Hongkong) dan harga dihitung tergantung berat dendeng.


Lanjut makan siang
kali ini makannya bukan chinese food tapi makanan ala portugis. Letaknya di ruko persis depan jalan raya, dekat dengan MGM hotel.


Portuguase and Macanase Food 


Bagian dalamnya


Garlic Bread


Vegetable Soup


Samosa dan Lumpia


Chicken Curry

Secara keseluruhan, makanan di sini lebih berasa bumbunya dan cocok dengan lidah kita. 


Perjalanan menuju The Venetian melewati jembatan

Perut kenyang, mari lanjut ke The Venetian. Karena keterbatasan waktu, kami hanya punya waktu sekitar 45 menit untuk berjalan-jalan di sana. Kami masuk dari pintu west gate hotel dan shopping mallnya di lantai 3.

Pintu masuk


Sungai di dalam The Venetian. Banyak yang lempar koin ke sini bahkan ada uang kertas juga 


Harus rela antri dari pagi kalau mau naik ini


Salah satu casino yang ada di The Venetian



Ilusi langit cerah yang bikin lupa waktu buat belanja 


Ke Macau jangan lupa makan egg tartnya (8 dollar Hk)

Di The Venetian ada banyak gang-gang kecil, petunjuk arah juga tidak terlalu banyak jadi hati-hati nyasar :p karena entah kenapa semua jalan terlihat sama.

Selesai dari The Venetian langsung lanjut ke City of dream, untuk menonton Dragon Show, semacam 4d yang di seluruh ruangannya adalah layar ^^


Tampak depan City Of Dream


Pintu masuk


Naga sudah menunggu


Tiketnya

Pertunjukannya lumayan seru dan sempet bikin pegel leher, karena layarnya di sekeliling kita dan tokoh naganya berpindah pindah dari kiri ke kanan, ke atas bawah. Disarankan untuk mengambil tempat di bagian tidak terlalu depan, sehingga bisa melihat semua sisi. Kalau mau merekam dan foto boleh saja, asalh tidak menggunakan flash.

Setelah itu perjalanan kami di macau sudah selesai dan kembali ke hongkong dengan menggunakan ferry. Perjalanan ferry kali ini entah kenapa lebih cepat dan lebih nyaman. Mungkin karena berangkat tidak terlalu sore dan ombak juga tidak terlalu kencang ^^


Pelabuhannya


Selesailah perjalananku ke Macau. Sayang aku ga sempat pergi ke Macau Tower
Diberdayakan oleh Blogger.